Membangun Fondasi Literasi Digital Para Guru Melalui Pengenalan Dasar Artificial Intelligence
DOI:
https://doi.org/10.70404/hikmat.v1i02.661Keywords:
Literasi digital, Kecerdasan buatan, Pengenalan dasar, Guru, Pengabdian masyarakatAbstract
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, namun masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki pemahaman memadai tentang pemanfaatan AI untuk menunjang proses pembelajaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membangun fondasi literasi digital para guru melalui pengenalan dasar AI di lingkungan La Tahzan Tangerang. Mitra dalam kegiatan ini adalah seluruh guru di lingkungan Yayasan La Tahzan yang berjumlah 25 orang, dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan keterpaparan terhadap teknologi AI yang masih sangat terbatas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahapan utama. Pertama, tahap persiapan meliputi analisis kebutuhan dan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta tentang AI. Kedua, tahap pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan dasar yang mencakup pengenalan konsep AI, demonstrasi penggunaan tools AI sederhana seperti ChatGPT dan Gemini AI, serta simulasi penerapan AI dalam konteks pembelajaran . Ketiga, tahap evaluasi dilakukan melalui post- test, observasi partisipasi aktif, dan pengisian kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 45,6 meningkat menjadi 78,3 pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 32,7 poin (71,7%). Seluruh peserta (100%) berhasil mempraktikkan secara mandiri penggunaan minimal satu aplikasi AI untuk mendukung tugas kepengajaran mereka, seperti pembuatan soal otomatis, penyusunan bahan ajar, dan perancangan media pembelajaran sederhana . Antusiasme peserta tercermin dari tingkat kehadiran yang mencapai 96% selama dua hari pelatihan serta hasil survei kepuasan dengan skor rata-rata 4,5 dari skala 5. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam membangun kesadaran dan pemahaman dasar para guru tentang potensi AI sebagai mitra dalam proses pembelajaran, bukan sebagai ancaman yang menggantikan peran guru . Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan adanya program pendampingan berkelanjutan dan pelatihan lanjutan untuk mengoptimalkan integrasi AI dalam praktik pembelajaran sehari- hari di lingkungan La Tahzan Tangerang.
