Implementasi Teaching Factory Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Di Sekolah Menegah Kejuruan
DOI:
https://doi.org/10.70404/hikmat.v1i02.668Keywords:
Teaching Factory, Kompetensi Peserta Didik, Pendidikan Vokasi, SMK, Dunia IndustriAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Teaching Factory dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di SMK Al-Ihsan Pamarican Ciamis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Model pembelajaran Teaching Factory hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan kondisi kerja nyata di industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru produktif, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teaching Factory dilakukan melalui kegiatan produksi atau layanan jasa yang menyerupai sistem kerja industri. Pembelajaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil kerja. Implementasi Teaching Factory memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik, baik dalam aspek hard skills maupun soft skills. Peserta didik menjadi lebih terampil, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Namun demikian, terdapat kendala dalam pelaksanaan Teaching Factory, seperti keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum optimalnya kerja sama dengan industri. Dengan demikian, Teaching Factory dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta didik SMK.
