Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT
<p style="text-align: justify;">Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian akademik yang telah diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Istilah hilirisasi ilmu merujuk pada proses transformasi pengetahuan, riset, dan inovasi dari ranah teoritis menjadi bentuk aplikatif yang dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan sosial. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan karya yang berfokus pada penerapan hasil penelitian di lapangan, program pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat berbasis riset, serta implementasi model sosial maupun kebijakan publik. Dengan demikian, jurnal ini berperan sebagai penghubung antara dunia akademik dan masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan.</p> <p style="text-align: justify;">Jurnal HIKMAT terbit <strong>3</strong> (<strong>Tiga)</strong> kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong>Januari, Mei</strong> dan <strong>September</strong>.</p>Faatuatua Media Karyaen-USJurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)3124-8241Tranformasi Sumber Daya Manusia Melalui Pemanfaatan Teknologi Digital Untuk Pemberdayaan Desa Berkelanjutan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/670
<p>Pengelolaan administrasi pemerintahan desa dan pertumbuhan kegiatan ekonomi masyarakat merupakan dua bidang kehidupan yang sangat terdampak oleh perkembangan teknologi digital. Namun, masyarakat pedesaan di Indonesia masih memiliki tingkat literasi digital yang sangat rendah, yang menyebabkan penggunaan teknologi digital yang kurang ideal, khususnya dalam mendorong pertumbuhan usaha mikro dan meningkatkan standar pelayanan publik tingkat desa. Melalui program pelatihan literasi digital, pelatihan pemasaran digital untuk pengusaha mikro, pendampingan administrasi desa digital, dan pembuatan media informasi desa digital, proyek pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat Desa Cikamunding, Kecamatan Cilograng, Kabupaten Lebak. Proyek ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi partisipatif, yang meliputi penentuan kebutuhan masyarakat, penyediaan pelatihan, pendampingan dalam penggunaan teknologi digital, dan penilaian hasil kegiatan. Temuan menunjukkan peningkatan kesadaran dan kemahiran masyarakat dalam menggunakan alat dan aplikasi digital. Usaha mikro mulai menggunakan media sosial untuk mempromosikan barang dagangan mereka, yang membantu mereka menjangkau khalayak yang lebih luas dan menjadi lebih kompetitif. Selain itu, dengan menggunakan sistem pengarsipan digital yang lebih terorganisir dan efektif, pengelola desa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengelola administrasi desa. Pembuatan media informasi desa digital juga membantu menyebarluaskan potensi ekonomi desa dan meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi. Studi ini menunjukkan bahwa program literasi digital berbasis pengembangan SDM dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kapasitas penduduk lokal dan mendorong perekonomian lokal yang lebih modern.</p>Feby Arma PutraSapari SapariSudiharto
Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)
2026-06-122026-06-12102546010.70404/hikmat.v1i02.670Membangun Fondasi Literasi Digital Para Guru Melalui Pengenalan Dasar Artificial Intelligence
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/661
<p>Perkembangan teknologi kecerdasan buatan <em>(Artificial Intelligence/AI)</em> telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, namun masih banyak tenaga pendidik yang belum memiliki pemahaman memadai tentang pemanfaatan AI untuk menunjang proses pembelajaran. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk membangun fondasi literasi digital para guru melalui pengenalan dasar AI di lingkungan La Tahzan Tangerang. Mitra dalam kegiatan ini adalah seluruh guru di lingkungan Yayasan La Tahzan yang berjumlah 25 orang, dengan latar belakang pendidikan yang beragam dan keterpaparan terhadap teknologi AI yang masih sangat terbatas. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang terdiri atas tiga tahapan utama. Pertama, tahap persiapan meliputi analisis kebutuhan dan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman awal peserta tentang AI. Kedua, tahap pelaksanaan berupa sosialisasi dan pelatihan dasar yang mencakup pengenalan konsep AI, demonstrasi penggunaan tools AI sederhana seperti ChatGPT dan Gemini AI, serta simulasi penerapan AI dalam konteks pembelajaran . Ketiga, tahap evaluasi dilakukan melalui post- test, observasi partisipasi aktif, dan pengisian kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 45,6 meningkat menjadi 78,3 pada post-test, atau mengalami kenaikan sebesar 32,7 poin (71,7%). Seluruh peserta (100%) berhasil mempraktikkan secara mandiri penggunaan minimal satu aplikasi AI untuk mendukung tugas kepengajaran mereka, seperti pembuatan soal otomatis, penyusunan bahan ajar, dan perancangan media pembelajaran sederhana . Antusiasme peserta tercermin dari tingkat kehadiran yang mencapai 96% selama dua hari pelatihan serta hasil survei kepuasan dengan skor rata-rata 4,5 dari skala 5. Kegiatan ini berkontribusi nyata dalam membangun kesadaran dan pemahaman dasar para guru tentang potensi AI sebagai mitra dalam proses pembelajaran, bukan sebagai ancaman yang menggantikan peran guru . Sebagai tindak lanjut, direkomendasikan adanya program pendampingan berkelanjutan dan pelatihan lanjutan untuk mengoptimalkan integrasi AI dalam praktik pembelajaran sehari- hari di lingkungan La Tahzan Tangerang.</p>Adelia Dwi ValentinZahroh NurhillalRahman SoesiloZidan
Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)
2026-06-122026-06-12102475310.70404/hikmat.v1i02.661Pelatihan Animasi Berbasis Visual Programming Untuk Menumbuhkan Minat Teknologi Dan Computational Thinking Bagi Peserta Didik
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/672
<p>Akselerasi teknologi mewajibkan peserta didik untuk tidak sekedar belajar tetapi juga untuk memiliki kompetensi abad ke-21, yang mengintegrasikan kemampuan berfikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan literasi digital, serta diperkuat oleh metode berpikir komputasional dalam memecahkan masalah secara sistematis. Pemrograman berbasis visual dianggap sangat sesuai dengan karakteristik dan gaya belajar peserta didik, salah satu contoh penerapannya adalah melalui penggunaan platform Scratch. Sebagai sarana pembelajaran, Scratch menawarkan cara yang mudah dipahami untuk memperkenalkan konsep-konsep mendasar dalam dunia pemrograman kepada para pemula, sehingga platform ini sangat tepat untuk diterapkan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir komputasional serta pemahaman dasar pemograman peserta didik SMA Al fiil dan SMK 1 Pasundan meliputi Serangkaian kegiatan yang dirancang secara partisipatif dan melibatkan peran aktif peserta. Tahapan pelaksanaan terdiri atas persiapan, pelatihan berbasis proyek (Project-Based Learning), dan evaluasi melalui kegiatan observasi serta refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membuat algoritma sederhana, menggunakan variabel dan loop, serta memperbaiki kesalahan program mengalami peningkatan. Di samping itu, siswa juga menjadi lebih percaya diri, kreatif, dan terampil dalam menyelesaikan masalah. Luaran kegiatan mencakup penyusunan modul pembelajaran Scratch, pengembangan proyek siswa berupa animasi sederhana, dokumentasi pelaksanaan kegiatan, serta publikasi artikel ilmiah. Program ini turut memberikan dampak positif dalam memperkuat literasi digital sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir komputasional pada peserta didik.</p>Cyntia RivatunisaAthia Saelan
Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)
2026-06-122026-06-12102616910.70404/hikmat.v1i02.672Implementasi Teaching Factory Dalam Meningkatkan Kompetensi Peserta Didik Di Sekolah Menegah Kejuruan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/668
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Teaching Factory dalam meningkatkan kompetensi peserta didik di SMK Al-Ihsan Pamarican Ciamis. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara kompetensi lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Model pembelajaran Teaching Factory hadir sebagai solusi untuk mengintegrasikan pembelajaran dengan kondisi kerja nyata di industri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan kepala sekolah, guru produktif, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Teaching Factory dilakukan melalui kegiatan produksi atau layanan jasa yang menyerupai sistem kerja industri. Pembelajaran dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi hasil kerja. Implementasi Teaching Factory memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi peserta didik, baik dalam aspek hard skills maupun soft skills. Peserta didik menjadi lebih terampil, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam tim. Namun demikian, terdapat kendala dalam pelaksanaan Teaching Factory, seperti keterbatasan sarana prasarana, keterbatasan waktu pembelajaran, dan belum optimalnya kerja sama dengan industri. Dengan demikian, Teaching Factory dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kompetensi peserta didik SMK.</p>Asep SaprudinEka LisdiantyKunkun Syaeful Millah
Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT)
2026-06-052026-06-05102414610.70404/hikmat.v1i02.668