Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT <p style="text-align: justify;">Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan kajian akademik yang telah diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Istilah hilirisasi ilmu merujuk pada proses transformasi pengetahuan, riset, dan inovasi dari ranah teoritis menjadi bentuk aplikatif yang dapat digunakan secara praktis dalam kehidupan sosial. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mempublikasikan karya yang berfokus pada penerapan hasil penelitian di lapangan, program pengabdian kepada masyarakat, pengembangan teknologi tepat guna, pemberdayaan masyarakat berbasis riset, serta implementasi model sosial maupun kebijakan publik. Dengan demikian, jurnal ini berperan sebagai penghubung antara dunia akademik dan masyarakat, sehingga ilmu pengetahuan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu memberikan dampak sosial, ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan.</p> <p style="text-align: justify;">Jurnal HIKMAT terbit <strong>3</strong> (<strong>Tiga)</strong> kali dalam satu tahun yaitu pada bulan <strong>Januari, Mei</strong> dan <strong>September</strong>.</p> en-US digit@faatuatua.com (Redaksi DIGIT) digit@faatuatua.com (Redaksi DIGIT) Wed, 15 Jul 2026 18:40:13 +0000 OJS 3.3.0.9 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Edukasi Seks Berbasis Keluarga untuk Penguatan Perlindungan Diri Anak Berkebutuhan Khusus https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/717 <p>Anak berkebutuhan khusus menghadapi kerentanan lebih tinggi terhadap kekerasan seksual karena keterbatasan dalam memahami situasi sosial, mengomunikasikan pengalaman, dan menetapkan batas tubuh. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat kapasitas orang tua dalam memberikan pendidikan seks berbasis keluarga sebagai bagian dari perlindungan diri anak. Program dilaksanakan melalui kolaborasi internasional di sekolah luar biasa dengan pendekatan edukatif-partisipatif. Tahapan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, penyusunan materi adaptif, presentasi, diskusi, tanya jawab, evaluasi formatif melalui observasi partisipasi, serta perumusan tindak lanjut. Materi utama meliputi pengenalan bagian tubuh pribadi, batas tubuh, sentuhan aman dan tidak aman, komunikasi terbuka, keterampilan menolak, menjauh, dan melapor, serta pencegahan kekerasan seksual. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif dalam diskusi, mampu menghubungkan materi dengan situasi pengasuhan sehari-hari, dan menunjukkan kesadaran yang lebih kuat mengenai tanggung jawab keluarga dalam membangun perilaku protektif anak. Program juga memperluas jejaring antarlembaga dan memperkuat orientasi layanan yang inklusif. Keterbatasan kegiatan terletak pada belum digunakannya pengukuran pra dan pasca-edukasi serta belum tersedianya pemantauan perubahan perilaku secara longitudinal. Oleh sebab itu, tindak lanjut diarahkan pada kelas pengasuhan berkala, modul visual yang adaptif, protokol komunikasi sekolah-keluarga, dan evaluasi terstandar.</p> Mela Novaliska Panjaitan, Ayu Winda Rizky Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/717 Mon, 03 Aug 2026 00:00:00 +0000 Pemahaman Guru, Orang Tua, dan Bidan tentang Pencegahan Tindak Kekerasan Terhadap Anak Dilingkungan PAUD https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/704 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman guru, orang tua, dan bidan mengenai pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta mengidentifikasi pentingnya kolaborasi ketiga pihak dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan ramah anak. Kekerasan terhadap anak merupakan permasalahan yang dapat berdampak negatif terhadap perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan emosional anak sehingga memerlukan upaya pencegahan secara terpadu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada guru PAUD, orang tua peserta didik, dan bidan yang terlibat dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat pemahaman responden mengenai bentuk-bentuk kekerasan, faktor penyebab, dampak, serta strategi pencegahan. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa guru, orang tua, dan bidan memiliki peran yang saling melengkapi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui edukasi, deteksi dini, pendampingan, serta penguatan komunikasi dan koordinasi antarpihak. Kolaborasi yang efektif diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perlindungan anak serta menciptakan lingkungan PAUD yang kondusif bagi tumbuh kembang anak secara optimal.</p> Adry Syah Putra, Sri Wahyu Aritonang, Tulus Januardi Tua Panjaitan, Rinto Wardana, Tahsin Syah Lubis Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/704 Mon, 20 Jul 2026 00:00:00 +0000 Sosialisasi dan Simulasi Sikap Anak-Anak Tangguh Berbasis Tempat Ibadah dalam Menghadapi Bencana https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/698 <p>Indonesia, khususnya wilayah pesisir Kota Padang, memiliki tingkat risiko bencana gempa bumi, tsunami, dan banjir bandang yang tinggi akibat posisi tektonik aktif dan ancaman hidrometeorologi. Kondisi ini menuntut peningkatan kapasitas kesiapsiagaan masyarakat sejak usia sekolah. Pendidikan kebencanaan non-formal melalui pembentukan tempat ibadah yang tangguh bencana sangat strategis, mengingat mushalla/masjid merupakan pusat berkumpulnya anak-anak pada sore hari sekaligus menjadi titik evakuasi komunitas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap tangguh anak-anak usia sekolah dalam menghadapi multi-bencana di Mushalla Nurul Hikmah, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, edukasi berbasis teknologi informasi, demonstrasi prosedur keselamatan, simulasi evakuasi mandiri, dan evaluasi menggunakan desain pre-test dan post-test. Kegiatan ini melibatkan 40 anak usia sekolah di wilayah pesisir rawan bencana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 58,4 menjadi 85,7 atau meningkat sebesar 46,7%. Persentase peserta yang memahami prosedur penyelamatan diri di tempat ibadah dan jalur evakuasi multi-bencana meningkat dari 42,5% menjadi 91,3%. Selain itu, sebagian besar peserta (88,8%) mampu mempraktikkan tindakan perlindungan diri dan evakuasi secara benar. Program ini terbukti efektif dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini dan mewujudkan tempat ibadah yang tangguh bencana di kawasan pesisir yang rawan.</p> Lakry Maltaf Putra, Arman, Suradinata, Beni Kurniawan Copyright (c) 2026 Jurnal Hilirisasi Ilmu kepada Masyarakat (HIKMAT) https://jurnal.faatuatua.com/index.php/HIKMAT/article/view/698 Wed, 15 Jul 2026 00:00:00 +0000