Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID
<p style="text-align: justify;">Jurnal Ekonomi yang diterbit Faatuatua Media Karya diberi nama "LIKUID" diterbitkan mulai dari april 2025. Tujuan dari publikasi artikel pada jurnal LIKUID adalah untuk menyebarluaskan ide atau pemikiran konseptual yang berhubungan dengan bidang ilmu ekonomi yang bersumber dari hasil riset dan opini penulis atau peneliti. Jurnal LIKUID terbit 3 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan april, agustus dan desember.</p> <table class="table-center mb-0 table table-borderless"> <tbody> <tr> <td class="text-break"><strong>Nomor ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250804471504538" target="_blank" rel="noopener">3109-7995</a> (Online - Elektronik)</td> </tr> <tr> <td class="text-break"><strong>Nomor SK ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20250804471504538" target="_blank" rel="noopener">31097995/II.7.4/SK.ISSN/09/2025</a></td> </tr> <tr> <td class="text-break"><strong>Tanggal Terbit SK ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break">Senin, 01 September 2025</td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;">Kami mengajak Anda untuk mengirimkan artikel ilmiah terbaik ke Jurnal LIKUID sebagai media publikasi terpercaya. Setiap naskah yang diterbitkan berkontribusi pada penguatan literatur dan praktik keilmuan. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan visibilitas dan kredibilitas akademik Anda.</p>Faatuatua Media Karyaen-USJurnal Ekonomi (LIKUID)3109-7995Peran Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) dalam Meningkatkan Inovasi dan Kinerja Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/567
<p>Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) semakin menjadi strategi utama dalam pengelolaan sumber daya manusia modern. Berbagai studi menunjukkan bahwa penerapan DEI berdampak signifikan terhadap peningkatan inovasi, kreativitas, dan kinerja organisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran DEI terhadap peningkatan inovasi dan kinerja organisasi melalui pendekatan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa keberagaman mampu memperluas perspektif dalam pemecahan masalah dan menghasilkan solusi inovatif. Aspek equity tercermin dalam pemberian akses yang adil sehingga pegawai memiliki kesempatan berkembang secara optimal. Inklusi menciptakan lingkungan aman dan mendukung, yang mempengaruhi motivasi dan kualitas kolaborasi tim. Penelitian ini menegaskan bahwa organisasi yang menerapkan DEI secara konsisten mampu meningkatkan kinerja, retensi pegawai, serta memperkuat keunggulan kompetitif. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan DEI yang terukur, evaluasi berkala, dan kepemimpinan inklusif sebagai faktor kunci keberhasilan jangka panjang.</p>Wenita Dohona
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-092026-01-09201869110.70404/likuid.v2i01.567Transformasi Tata Kelola Sumber Daya Manusia dengan Memanfaatkan Teknologi Digital
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/605
<p>Transformasi digital telah mengubah paradigma tata kelola Sumber Daya Manusia (SDM) dari pendekatan administratif konvensional menjadi model strategis yang digerakkan oleh teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk menyintesis bukti-bukti empiris dan konseptual terkini mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam transformasi tata kelola SDM. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengikuti protokol PRISMA untuk memastikan kelengkapan dan ketelitian. Pencarian literatur dilakukan pada database terindeks seperti Scopus, ScienceDirect, dan IEEE Xplore untuk publikasi antara tahun 2024-2025. Hasil sintesis dari studi-studi terpilih mengidentifikasi empat tema utama: (1) spektrum teknologi digital yang dimanfaatkan (seperti Kecerdasan Artifisial, analitik SDM, dan sistem cloud); (2) transformasi mendasar pada proses inti SDM, termasuk rekrutmen berbasis AI, pengembangan pembelajaran adaptif, dan manajemen kinerja real-time; (3) manfaat yang dihasilkan berupa peningkatan efisiensi operasional, pengambilan keputusan berbasis data, serta peningkatan pengalaman karyawan; dan (4) tantangan kritis seperti isu privasi data, bias algoritma, resistensi perubahan, dan kesenjangan kompetensi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesuksesan transformasi tidak hanya bergantung pada adopsi teknologi, tetapi lebih pada integrasi yang strategis antara teknologi, proses, dan manusia. Implikasi dari kajian ini adalah sebuah kerangka konseptual yang menekankan perlunya pendekatan holistik, kepemimpinan visioner, dan manajemen perubahan yang efektif untuk mencapai tata kelola SDM yang lincah, berpusat pada manusia, dan berkelanjutan di era digital.</p>Derihati Buulolo
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-06201404410.70404/likuid.v2i01.605Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Mengurangi Gangguan Psikologis Dalam Pengelolaan Sumber Daya Manusia
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/554
<p>Kesejahteraan karyawan (employee well-being) dan kesehatan psikologis merupakan isu strategis yang semakin mendapat perhatian dalam manajemen sumber daya manusia modern. Perubahan lingkungan kerja, tuntutan digitalisasi, serta tekanan kompetitif global menyebabkan meningkatnya tingkat stres, kelelahan, dan gangguan psikologis di kalangan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik-praktik Human Resource (HR) yang mampu meningkatkan well-being karyawan sekaligus menurunkan psychological distress. Metode penelitian menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 26 artikel dari rentang tahun 2018–2025 yang berasal dari database Google Scholar, SINTA, dan Garuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik HR seperti kebijakan kerja fleksibel, program kesehatan mental, kepemimpinan suportif, sistem kerja berbasis beban realistis, serta lingkungan kerja positif berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan. Selain itu, intervensi berbasis data seperti employee sentiment analysis dan digital well-being tools terbukti menurunkan tingkat kecemasan, stres, dan burnout. Penelitian ini menyimpulkan bahwa HR modern harus mengintegrasikan pendekatan holistik antara strategi organisasi, teknologi, dan aspek manusia untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan berkelanjutan.</p>Ade Rizki Hulu
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-05201212610.70404/likuid.v2i01.554DEI Sebagai Strategi Manajemen SDM dan Bukti Sistematis Terhadap Dampaknya Pada Kinerja Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/467
<p>Peningkatan kompleksitas lingkungan bisnis dan tuntutan keberlanjutan organisasi mendorong pentingnya integrasi prinsip <em>Diversity, Equity, and Inclusion</em> (DEI) dalam manajemen sumber daya manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif bagaimana praktik DEI berkontribusi terhadap peningkatan kinerja organisasi melalui penguatan perilaku kerja, kapabilitas inovatif, dan efektivitas manajerial. Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) terhadap publikasi ilmiah bereputasi yang terbit pada periode 2020–2025 dengan fokus pada hubungan DEI, strategi SDM, dan kinerja organisasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan DEI yang terstruktur mampu meningkatkan produktivitas, retensi talenta, dan keunggulan kompetitif organisasi melalui penciptaan iklim kerja yang adil dan inklusif. Selain itu, kepemimpinan inklusif terbukti memainkan peran strategis dalam mentransformasikan nilai DEI menjadi praktik operasional yang berkelanjutan. Namun demikian, implementasi DEI masih menghadapi kendala berupa bias sistemik, resistensi budaya organisasi, serta keterbatasan mekanisme evaluasi kinerja berbasis DEI. Studi ini menegaskan bahwa keberhasilan DEI tidak hanya bergantung pada kebijakan formal, tetapi juga pada komitmen kepemimpinan, akuntabilitas strategis, dan integrasi teknologi dalam pengelolaan SDM. Temuan penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan SDM berbasis DEI sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan kinerja organisasi secara berkelanjutan.</p>Izfal Berkat Telaumbanua
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-092026-01-09201929710.70404/likuid.v2i01.467Penguatan Employee Engagement sebagai Strategi Peningkatan Kinerja dan Keberlanjutan Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/586
<p>Employee engagement merupakan salah satu isu strategis dalam manajemen sumber daya manusia modern karena berkaitan langsung dengan kinerja, loyalitas, dan keberlanjutan organisasi. Tingkat keterikatan karyawan yang rendah dapat berdampak pada menurunnya produktivitas, meningkatnya turnover, serta melemahnya daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep employee engagement secara komprehensif, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta menjelaskan implikasi employee engagement terhadap kinerja karyawan dan organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah, buku, dan publikasi relevan dalam sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa employee engagement dipengaruhi oleh faktor kepemimpinan, lingkungan kerja, budaya organisasi, sistem penghargaan, serta peluang pengembangan karier. Selain itu, employee engagement terbukti memiliki hubungan positif dengan kinerja individu, kepuasan kerja, dan komitmen organisasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik dan praktis bagi organisasi dalam merancang strategi pengelolaan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan keterikatan karyawan secara berkelanjutan.</p>Gabriel Marchelino Zebua
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-05201152010.70404/likuid.v2i01.586Integrasi Tujuan Keberlanjutan dalam Siklus Hidup Karyawan: Model Implementasi SHRM
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/550
<p>Perkembangan isu lingkungan dan tuntutan tanggung jawab sosial telah mendorong transformasi dalam praktik Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) tradisional menuju Sustainable HRM (SHRM). Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menganalisis model implementasi SHRM yang mengintegrasikan tiga pilar keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan ke dalam setiap tahapan Siklus Hidup Karyawan (perekrutan, pelatihan, penilaian kinerja, dan kompensasi). Permasalahan utama yang diangkat adalah belum adanya kerangka kerja yang komprehensif dan teruji untuk memastikan praktik HR benar-benar memberikan dampak positif jangka panjang, serta menghindari greenwashing internal. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur mendalam dan analisis studi kasus komparatif pada tiga perusahaan multinasional yang diakui memiliki komitmen keberlanjutan yang tinggi. Hasil sementara menunjukkan bahwa model implementasi SHRM yang sukses memerlukan penyelarasan tujuan keberlanjutan organisasi dengan kompetensi inti karyawan, dengan indikasi peningkatan employee well-being sebesar 15% dan penurunan biaya operasional HR berbasis kertas sebesar 20% dalam tahun pertama penerapan. Model ini menawarkan solusi praktis bagi praktisi HR untuk memastikan bahwa kontribusi karyawan selaras dengan etika dan visi perusahaan yang berkelanjutan.</p>Adilman Gea
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-05201273210.70404/likuid.v2i01.550Implementasi Green Human Resources Management Pada Instansi Pemerintah Untuk Meningkatkan Kinerja Berkelanjutan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/342
<p>Penelitian ini membahas penerapan Green Human Resources Management (GHRM) di lingkungan instansi pemerintah dalam meningkatkan kinerja organisasi yang berorientasi keberlanjutan. GHRM merupakan konsep pengelolaan sumber daya manusia yang memasukkan nilai kepedulian terhadap lingkungan ke dalam setiap fungsi manajerial, seperti rekrutmen, pelatihan, penilaian kinerja, hingga sistem kompensasi. Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan menelaah 20 artikel ilmiah yang terbit pada tahun 2020–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan GHRM berkontribusi terhadap penghematan sumber daya, efisiensi administrasi, serta pembentukan perilaku kerja hijau dalam birokrasi. Dukungan dari pimpinan dan kebijakan internal yang konsisten menjadi faktor kunci dalam keberhasilan implementasi GHRM. Oleh karena itu, penerapan GHRM di sektor publik menjadi strategi penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efisien dan berkelanjutan. Lebih lanjut, implementasi GHRM menunjukkan bahwa integrasi indikator lingkungan ke dalam performance appraisal dan sistem penghargaan (green rewards) secara signifikan mendorong akuntabilitas ASN terhadap tujuan keberlanjutan instansi. Meskipun demikian, tantangan terbesar terletak pada resistensi perubahan dan kebutuhan akan biaya awal (initial cost) untuk infrastruktur hijau. Disimpulkan bahwa GHRM bertindak sebagai variabel mediasi yang efektif antara komitmen manajemen puncak dan peningkatan kinerja organisasi yang berkelanjutan. Penelitian ini merekomendasikan instansi pemerintah untuk menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) GHRM yang terperinci dan memberikan insentif non-moneter yang inovatif untuk memperkuat budaya hijau secara permanen.</p>Frendi Agus Jonathan Harefa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-232026-02-2320110.70404/likuid.v2i01.342Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan Sebagai Strategi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Karyawan dan Kinerja Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/537
<p>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi praktik terbaik Manajemen Sumber Daya Manusia Berkelanjutan (MSDM berkelanjutan) serta memahami pengaruhnya terhadap kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi, khususnya pada UKM di Indonesia yang menghadapi tantangan turnover, produktivitas, dan tuntutan ESG. Melalui tinjauan sistematis terhadap literatur 2020–2025, penelitian ini menemukan bahwa praktik keberlanjutan seperti fleksibilitas kerja, dukungan psikologis, program kesehatan, dan pengembangan kompetensi berkontribusi signifikan pada peningkatan <em>work–life balance</em>, kesehatan mental, serta motivasi karyawan. Dampaknya tercermin pada meningkatnya produktivitas, retensi tenaga kerja, efisiensi biaya, serta reputasi organisasi. Integrasi tanggung jawab sosial dan lingkungan juga memperkuat kepercayaan stakeholders dan daya saing usaha. Temuan ini menegaskan bahwa MSDM berkelanjutan merupakan strategi penting dalam membangun organisasi yang adaptif, inklusif, dan berorientasi jangka panjang, sekaligus menyoroti perlunya kerangka implementasi yang lebih aplikatif bagi UKM Indonesia.</p>Paulus Putera Exsodus Harefa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-06201566010.70404/likuid.v2i01.537Pengembangan dan Peningkatan Keterampilan Manajemen Bakat dan Reskilling
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/573
<p>Di era digital, kemajuan teknologi telah secara signifikan mengubah cara bisnis menangani sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana kinerja karyawan di era digital dipengaruhi oleh manajemen sumber daya manusia (SDM). Penelitian ini berfokus pada rekrutmen digital, pelatihan berbasis teknologi, penilaian kinerja daring, dan motivasi kerja dalam konteks digital. Seratus responden yang bekerja di perusahaan di sektor jasa dan teknologi diberi kuesioner untuk diisi sebagai bagian dari proses penelitian kuantitatif. Untuk memastikan sejauh mana faktor-faktor SDM memengaruhi kinerja karyawan, data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa kinerja karyawan dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh SDM berbasis digital. Pelatihan daring meningkatkan keterampilan dan produktivitas, sistem penilaian berbasis teknologi menawarkan umpan balik yang lebih objektif dan langsung, dan proses perekrutan menggunakan platform digital mempercepat seleksi karyawan yang berkualitas. Untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja karyawan di masa kini, penelitian ini menyoroti pentingnya transformasi digital dalam praktik manajemen SDM.</p>Lesman Gulo
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-04201081410.70404/likuid.v2i01.573Analisis Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Karyawan Melalui Pendekatan Keberagaman, Kesetaraan dan Inklusi (DEI)
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/525
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh praktik Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) terhadap employee well-being dan mental health dalam lingkungan kerja modern. Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah meningkatnya tingkat stres, tekanan psikologis, dan ketidakpuasan kerja akibat kurangnya penerapan prinsip keberagaman, keadilan, dan inklusi dalam organisasi. Minimnya dukungan DEI seringkali memunculkan diskriminasi terselubung, ketidaksetaraan peluang, serta rendahnya rasa aman psikologis yang berpengaruh langsung pada kesehatan mental karyawan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei yang disebarkan kepada karyawan dari berbagai sektor untuk mengukur tingkat persepsi mereka terhadap kebijakan DEI serta pengaruhnya terhadap kesejahteraan psikologis dan kondisi mental. Data dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan analisis regresi untuk mengetahui besaran hubungan serta kontribusi masing-masing variabel. Hasil sementara menunjukkan bahwa praktik DEI yang diterapkan secara konsisten mampu meningkatkan employee well-being hingga 35 persen dan menurunkan potensi gangguan mental sebesar 28 persen. Temuan ini mengindikasikan bahwa penerapan DEI tidak hanya meningkatkan kenyamanan dan produktivitas kerja, tetapi juga menciptakan iklim kerja yang lebih sehat dan inklusif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi organisasi dalam merumuskan strategi DEI yang efektif untuk mendukung kesehatan mental karyawan.</p>Robertius Harefa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-06201454910.70404/likuid.v2i01.525Pengaruh Tingkat Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan dalam Perspektif Manajemen SDM
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/606
<p>Disrupsi dan persaingan bisnis yang ketat masa kini, fenomena penurunan produktivitas dan tingginya angka turnover karyawan menjadi tantangan utama dalam Manajemen SDM. Banyak organisasi menghadapi masalah "disengagement" di mana karyawan hanya bekerja sekadar memenuhi kewajiban formal tanpa adanya keterikatan emosional atau komitmen terhadap visi perusahaan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan kualitas layanan, rendahnya inovasi, dan kegagalan pencapaian target organisasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana tingkat <em>employee engagement</em> (keterikatan karyawan) berperan sebagai prediktor utama terhadap kinerja individu. Melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif, strategi MSDM difokuskan pada penguatan tiga dimensi utama engagement: semangat (vigor), dedikasi (dedication), dan keasyikan bekerja (absorption). Intervensi yang diusulkan mencakup perbaikan sistem penghargaan, pengembangan budaya kerja inklusif, serta penyediaan jalur pengembangan karier yang transparan untuk meningkatkan rasa kepemilikan karyawan. Hasil analisis menunjukkan adanya korelasi positif dan signifikan antara tingkat employee engagement dengan kinerja karyawan. Karyawan yang memiliki tingkat keterikatan tinggi cenderung lebih proaktif, memiliki loyalitas yang kuat, dan mampu melampaui standar kinerja yang ditetapkan (beyond job description). Secara strategis, temuan ini menegaskan bahwa investasi pada kesejahteraan psikologis dan keterlibatan karyawan bukanlah beban biaya, melainkan aset strategis yang secara langsung meningkatkan efisiensi operasional dan profitabilitas perusahaan dalam jangka panjang.</p>Kriston Nofamati Harefa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-112026-01-1120110711210.70404/likuid.v2i01.606Fungsi Kepemimpinan Transformasional dalam Membina Kesejahteraan Psikologis dan Keseimbangan Kerja-Kehidupan Karyawan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/560
<p>Sumber daya manusia berkualitas tinggi merupakan aset penting bagi bisnis yang ingin memperoleh keunggulan kompetitif berkelanjutan. Namun, prinsip inti organisasi—kesejahteraan psikologis (PW) dan keseimbangan kehidupan kerja (WLB) karyawan—sering terancam oleh meningkatnya tuntutan pasar global, terobosan teknologi yang pesat, dan lingkungan kerja yang menuntut. Setiap tahun, masalah ini, yang ditandai dengan meningkatnya tingkat stres dan kelelahan, mengakibatkan kerugian produktivitas triliunan dolar di seluruh dunia. Akibatnya, Kepemimpinan Transformasional (TR) diakui sebagai katalis penting yang mengubah peran kepemimpinan transformasional dari alat manajemen tugas menjadi alat pengembangan dan pemberdayaan pribadi. Batasan peran kehidupan kerja lebih mudah dikelola dan stres psikologis langsung berkurang dengan elemen TR seperti perhatian yang dipersonalisasi dan motivasi inspiratif. Untuk menutup kesenjangan dalam literatur dengan mengintegrasikan secara menyeluruh kedua hasil penting ini ke dalam satu model, terutama dalam konteks non-Barat, studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memvalidasi secara eksperimental peran ganda kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan.</p>Henny Fransiska Zai
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-092026-01-09201798510.70404/likuid.v2i01.560Strategi Talent Management Dalam Meningkatkan Kinerja Organisasi Kajian Literatur
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/514
<p>Penelitian ini bertujuan menggali strategi manajemen talenta yang bisa meningkatkan kinerja organisasi. Penelitian dilakukan dengan cara membaca dan menganalisis berbagai referensi seperti artikel akademik, jurnal, dan laporan industri. Tujuan utama dari penelitian ini adalah menangani tantangan yang muncul akibat persaingan global yang ketat dan fenomena "war for talent", di mana organisasi kesulitan untuk menemukan, mengembangkan, dan mempertahankan orang-orang yang memiliki kemampuan strategis. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu membaca dan menganalisis berbagai sumber untuk menemukan solusi terbaik dalam mempertahankan dan mengembangkan tenaga kerja. Hasil sementara menunjukkan bahwa penerapan strategi manajemen talenta yang terpadu dapat meningkatkan efisiensi kerja organisasi secara signifikan. Temuan menunjukkan bahwa hampir 85% dari keberhasilan kinerja organisasi tergantung pada penempatan karyawan yang tepat di posisi strategis serta adanya program pengembangan yang berkelanjutan. Di samping itu, integrasi nilai keberlanjutan dengan manajemen SDM ternyata meningkatkan rasa setia karyawan hingga 70% di berbagai sektor. Dari hasil ini, disimpulkan bahwa manajemen talenta bukan hanya proses rekrutmen, tetapi lebih dari itu, yaitu investasi jangka panjang untuk memastikan organisasi tetap bertahan dan bersaing. Untuk manajemen talenta yang efektif, diperlukan identifikasi bakat, pengembangan keterampilan, serta lingkungan kerja yang inklusif dan adil. Dengan menerapkan strategi ini secara konsisten, organisasi dapat mencapai pertumbuhan kinerja yang tetap stabil meskipun terjadi perubahan pasar yang cepat dan tantangan.</p>Nevida Giawa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-042026-01-04201010710.70404/likuid.v2i01.514Analisia Literatur Keterlibatan Karyawan Terhadap Kinerja Karyawan Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia PT. Telkomsel
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/603
<p>Keterlibatan karyawan merupakan komponen penting dalam keberhasilan organisasi modern, khususnya pada industri telekomunikasi yang menghadapi perubahan cepat dan tuntutan pelayanan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara keterlibatan karyawan dan peningkatan kinerja karyawan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia PT Telkomsel melalui pendekatan analisis literatur. Studi ini dilakukan dengan meninjau berbagai hasil penelitian sebelumnya yang membahas konsep employee engagement, faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan, serta dampaknya terhadap produktivitas dan kinerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan karyawan yang tinggi secara konsisten berdampak positif terhadap peningkatan efektivitas kerja, komitmen organisasi, kualitas pelayanan, serta motivasi intrinsik. Lingkungan kerja yang suportif, gaya kepemimpinan yang partisipatif, peluang pengembangan kompetensi, dan komunikasi internal yang efektif merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap peningkatan engagement. Berdasarkan temuan literatur, dapat disimpulkan bahwa penguatan program pengembangan SDM dan penciptaan budaya kerja kolaboratif menjadi strategi yang sangat relevan untuk mendorong peningkatan kinerja karyawan di unit pengembangan SDM PT Telkomsel.</p>Dorkas Febriyanti Zendrato
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-052026-01-05201333910.70404/likuid.v2i01.603Data Driven HR Practices Sebagai Katalis Inovasi SDM Pada Era Transformasi Digital
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/551
<p>Transformasi digital telah mengubah cara organisasi mengelola sumber daya manusia, di mana praktik HR berbasis data (Data-Driven HR Practices) semakin menjadi elemen strategis dalam menciptakan inovasi SDM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran HR analytics, big data, dan sistem manajemen kinerja berbasis data sebagai katalis inovasi yang berpengaruh terhadap pengembangan kapabilitas tenaga kerja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan <em>systematic literature review</em> dengan menelaah 25 artikel terindeks nasional dan internasional yang diterbitkan pada tahun 2018–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemanfaatan data dalam pengambilan keputusan HR mampu meningkatkan ketepatan rekrutmen, personalisasi pelatihan, prediksi kinerja karyawan, serta pengembangan talent pipeline yang lebih adaptif. Selain itu, data-driven HR juga memperkuat inovasi melalui otomasi proses, pembentukan budaya kerja berbasis data, dan peningkatan kemampuan organisasi dalam mengantisipasi kebutuhan kompetensi masa depan. Namun, penelitian menemukan tantangan berupa keterbatasan literasi data di kalangan praktisi HR, risiko bias algoritmik, dan isu etika penggunaan data karyawan. Secara keseluruhan, Data-Driven HR Practices terbukti menjadi katalis penting dalam mendorong inovasi SDM dan meningkatkan daya saing organisasi di tengah percepatan digitalisasi.</p>Alva Hadirat Perlindungan Gulo
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-072026-01-07201727810.70404/likuid.v2i01.551Transformasi SDM Hijau: Praktik HR Berkelanjutan Dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/465
<p>Dinamika perubahan lingkungan industri dan meningkatnya perhatian terhadap isu keberlanjutan mendorong organisasi untuk mengadopsi prinsip-prinsip ramah lingkungan dalam pengelolaan sumber daya manusia.Transformasi SDM hijau atau Green Human Resource Management (GHRM)muncul sebagai strategi yang tidak hanya menekankan peningkatan kompetensi karyawan,tetapi juga mengarahkan perilaku kerja yang mendukung pelestarian lingkungan.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi penerapan praktik HR berkelanjutan serta pengaruh nya terhadap peningkatan kinerja organisasi.Penelitian di lakukan dengan metode kualitatif melalui kajian literatur dari berbagai publikasi ilmiah nasional dan internasional yang membahas GHRM, keberlanjutan dan kinerja organisasi.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan praktik HR berkelanjutan seperti rekrutmen berbasis lingkungan,pelatihan dan pengembangan berorientasi hijau,sistem evaluasi kinerja berkelanjutan,dan insentif yang mendukung program lingkungan memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan produktivitas, komitmen, kreativitas,reputasi perusahaan,dan efesiensi operasional.Kesimpulannya, transformasi SDM hijau menjadi faktor kunci dalam menciptakan keunggulan kompetitif jangka panjang serta mendorong terwujudnya organisasi berkelanjutan secara ekonomi, sosial, dan.</p>Modestu Sarman Zebua
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-092026-01-092019810210.70404/likuid.v2i01.465Kerangka Strategis Mendukung Kesejahteraan dan Kesehatan Mental Karyawan untuk Berkembang Bersama
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/584
<p>Kesejahteraan dan kesehatan mental karyawan telah menjadi pilar kritis bagi kesuksesan organisasi yang berkelanjutan. Abstrak ini memaparkan kerangka strategis terintegrasi yang dirancang untuk mendukung dimensi-dimensi tersebut, dengan tujuan akhir menciptakan ekosistem kerja di mana perusahaan dan karyawan dapat "Berkembang Bersama". Kerangka ini dibangun atas tiga fondasi utama: (1) Pencegahan dan Promosi melalui kebijakan proaktif dan edukasi untuk membangun ketahanan; (2) Dukungan dan Intervensi yang mudah diakses, termasuk sistem rujukan dan dukungan rekan sejawat; serta (3) Penanaman Budaya yang mengedepankan keamanan psikologis, kepemimpinan yang empatik, dan desain kerja yang manusiawi. Implementasi kerangka ini memerlukan komitmen dari pucuk pimpinan, keterlibatan seluruh lini manajemen, serta mekanisme evaluasi berkelanjutan. Dengan mengadopsi pendekatan holistik dan sistemik ini, organisasi tidak hanya memenuhi kewajiban sosialnya, tetapi juga berinvestasi pada aset manusia terpentingnya mendorong inovasi, meningkatkan keterikatan karyawan, serta membangun daya saing dan ketahanan bisnis jangka panjang.</p>Aperisman Mendrofa
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-092026-01-0920110310610.70404/likuid.v2i01.584Transformasi Manajemen Sumber Daya Manusia Melalui Digital HRP dan HRA di Era Transformasi Digital
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/545
<p>Transformasi digital dalam pengelolaan sumber daya manusia mendorong organisasi untuk mengadopsi <strong>Digital HR Practices</strong><strong>, </strong><strong>HR Analytics</strong>, dan berbagai bentuk <strong>teknologi HR</strong> guna meningkatkan efektivitas manajerial dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana pemanfaatan teknologi digital, seperti Human Resource Information System (HRIS), analitik prediktif, dan kecerdasan buatan, berkontribusi pada optimalisasi fungsi-fungsi utama HR, termasuk rekrutmen, pengembangan kompetensi, manajemen kinerja, serta retensi pegawai. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa integrasi teknologi HR tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga memampukan organisasi menghasilkan keputusan yang lebih akurat dan berbasis data (<em>evidence-based HR</em>). Di sisi lain, adopsi digital HR menghadapi tantangan seperti kesenjangan literasi digital, resistensi perubahan, dan isu etika terkait privasi data karyawan. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi teknologi HR sangat dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kualitas data, serta kemampuan SDM dalam mengoperasikan dan memanfaatkan teknologi secara strategis. Dengan demikian, Digital HR Practices dan HR Analytics merupakan elemen penting dalam membangun sistem SDM yang adaptif, responsif, dan berkelanjutan di era transformasi digital.</p>Iman Putra Jaya Bawamenewi
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-06201616410.70404/likuid.v2i01.545HR Technology Dalam Meningkatkan Efektivitas Kinerja Dan Pengambilan Keputusan SDM
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/633
<p>Perkembangan teknologi digital telah mendorong organisasi untuk mengadopsi berbagai inovasi dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Implementasi HR Technology merupakan salah satu strategi kunci yang memungkinkan perusahaan meningkatkan efektivitas kinerja, efisiensi proses, serta kualitas pengambilan keputusan yang berbasis data. HR Technology meliputi berbagai sistem seperti Human Resources Information System (HRIS), Human Capital Analytics, Artificial Intelligence (AI) dalam rekrutmen, aplikasi e-learning, hingga platform manajemen kinerja berbasis digital. Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, organisasi dapat mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, mengurangi human error, serta menyediakan informasi real-time untuk mendukung keputusan strategis. Selain itu, penerapan HR Technology juga membantu meningkatkan pengalaman karyawan melalui layanan mandiri (self-service), pelatihan digital yang lebih fleksibel, serta penilaian kinerja yang lebih objektif. Namun, implementasi teknologi ini tidak terlepas dari tantangan seperti kesiapan SDM, kebutuhan investasi, integrasi sistem, serta isu keamanan data. Oleh karena itu, organisasi perlu merancang strategi implementasi yang komprehensif agar teknologi dapat digunakan secara optimal. Secara keseluruhan, HR Technology menjadi katalis penting dalam menciptakan manajemen SDM yang modern, responsif, dan berbasis data untuk meningkatkan daya saing organisasi.</p>Mulya
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-11-302025-11-3020110.70404/likuid.v2i01.633Optimalisasi Talent Management Development Berbasis Teknologi melalui Reskilling dan Upskilling dalam Mendukung Transformasi Digital Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/528
<p>Transformasi digital telah menciptakan perubahan mendasar terhadap sistem kerja dan pengelolaan sumber daya manusia di berbagai organisasi. Kebutuhan keterampilan digital menjadi semakin penting untuk menghadapi perubahan teknologi, otomatisasi pekerjaan, dan penggunaan sistem berbasis <em>artificial intelligence</em>. Kondisi tersebut menuntut organisasi melakukan pengembangan talenta melalui strategi reskilling dan upskilling secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi, kompetensi digital, dan daya saing organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana <em>talent management development </em>berbasis teknologi dapat mendukung transformasi digital organisasi melalui penggunaan sistem pelatihan seperti <em>learning management system</em>, mobile learning, virtual training, microlearning, dan <em>artificial intelligence based learning</em>. Metode penelitian menggunakan literature review dengan mengkaji sumber ilmiah nasional dan internasional rentang waktu 2018–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa digital learning mampu meningkatkan fleksibilitas pelatihan, cepat mengembangkan keterampilan digital, serta mendukung pembelajaran yang personal dan terukur. Selain itu, pengembangan talenta digital memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan efektivitas organisasi dan menciptakan human capital yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global.</p>Oktavianus Waruwu
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-062026-01-06201505510.70404/likuid.v2i01.528Peran Kepemimpinan Dalam Memberi Pengaruh Terhadap Keberlanjutan Organisasi
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/613
<p>Kepemimpinan memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan, meningkatkan kinerja, serta menjaga keberlanjutan di tengah dinamika perubahan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan dalam organisasi serta pengaruhnya terhadap kinerja, motivasi kerja, komitmen, budaya organisasi, dan kesiapan menghadapi perubahan, termasuk transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi pustaka dan analisis dokumen. Data diperoleh dari jurnal ilmiah dan sumber akademik yang relevan dengan topik kepemimpinan organisasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, konsep, dan temuan utama terkait praktik kepemimpinan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan yang efektif, yang dijalankan melalui fungsi perencanaan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan secara konsisten, mampu meningkatkan motivasi, kinerja, serta komitmen anggota organisasi. Selain itu, gaya kepemimpinan transformasional, partisipatif, adaptif, inovatif, dan digital terbukti berkontribusi dalam membentuk budaya organisasi yang positif, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat kesiapan organisasi dalam menghadapi perubahan dan tuntutan lingkungan yang dinamis. Kepemimpinan juga berperan penting dalam membangun disiplin kerja, loyalitas, dan stabilitas organisasi. Dengan demikian, pengembangan kapasitas kepemimpinan yang efektif dan adaptif menjadi kebutuhan penting bagi organisasi agar mampu bertahan, berkembang, dan bersaing secara berkelanjutan.</p>Atarine Tafonao
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-072026-01-07201657110.70404/likuid.v2i01.613Pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan: Peran Kepemimpinan Transformasional dan Lingkungan Kerja sebagai Variabel Moderator
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/522
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh employee engagement terhadap kinerja karyawan serta menilai peran kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja sebagai variabel moderator pada organisasi modern. Employee engagement menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan komitmen karyawan. Meskipun demikian, keterlibatan karyawan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan dan kondisi lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 120 responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa employee engagement berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Selain itu, kepemimpinan transformasional dan lingkungan kerja terbukti memperkuat hubungan tersebut. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi manajemen organisasi untuk mengembangkan strategi peningkatan keterlibatan karyawan melalui kepemimpinan inspiratif dan penciptaan lingkungan kerja yang kondusif.</p>Melisna Putri Jaya MendrofaForman HalawaEliyunus Waruwu
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-032026-02-0320110.70404/likuid.v2i01.522Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kesehatan Mental dan Employee Well-Being Serta Implikasinya Terhadap Produktivitas Karyawan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/579
<p>Stres kerja merupakan isu yang semakin mendapatkan perhatian dalam studi perilaku organisasi karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan psikologis karyawan dan kualitas kehidupan kerja secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana stres kerja memengaruhi kesehatan mental dan employee well-being, serta menelusuri implikasi lanjutan dari kedua variabel tersebut terhadap tingkat produktivitas karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap karyawan di berbagai unit kerja, dan data dianalisis melalui model regresi yang bertujuan menguji kekuatan serta arah hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingginya tingkat stres kerja berkorelasi negatif dengan kesehatan mental, ditandai oleh meningkatnya gejala kelelahan emosional, penurunan kemampuan konsentrasi, dan munculnya perasaan tertekan yang berkepanjangan. Penurunan kesehatan mental tersebut turut berkontribusi pada merosotnya employee well-being, yang tercermin dari berkurangnya kepuasan kerja, menurunnya rasa keterlibatan, dan melemahnya motivasi internal karyawan. Dampak berantai ini pada akhirnya menurunkan produktivitas, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas hasil kerja, sekaligus meningkatkan risiko absensi dan turnover. Temuan penelitian ini menggarisbawahi pentingnya organisasi untuk mengembangkan strategi manajemen stres yang terstruktur, seperti pengaturan beban kerja yang proporsional, penyediaan layanan konseling, peningkatan fleksibilitas kerja, serta penciptaan budaya kerja yang suportif. Implementasi kebijakan tersebut berpotensi memperkuat kesehatan mental, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan secara langsung berdampak pada peningkatan produktivitas organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis dengan memperluas pemahaman mengenai mekanisme hubungan stres kerja dan kesejahteraan karyawan, sekaligus memberikan rekomendasi strategis bagi pengembangan manajemen sumber daya manusia di masa depan.</p>Anugrah Trima Telaumbanua
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-02-062026-02-0620110.70404/likuid.v2i01.579Mengintegrasikan Diversity, Equity, dan Inclusion dalam MSDM Berkelanjutan: Strategi, Tantangan, dan Dampaknya terhadap Kinerja
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/621
<p>Diversity, Equity, and Inclusion merupakan tiga konsep strategis yang semakin menjadi fokus utama dalam pengelolaan organisasi modern. Keberagaman (diversity) menekankan pentingnya pengakuan terhadap perbedaan identitas, latar belakang, dan perspektif individu. Kesetaraan (equity) berfokus pada pemberian akses serta kesempatan yang adil bagi setiap anggota organisasi, sedangkan inklusi (inclusion) memastikan bahwa setiap individu merasa dihargai, diterima, dan memiliki ruang untuk berpartisipasi secara penuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ketiga konsep tersebut serta bagaimana penerapannya dapat meningkatkan kinerja, inovasi, dan budaya organisasi. Melalui pendekatan studi literatur, penelitian ini mengidentifikasi bahwa implementasi DEI memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, kreativitas, dan retensi karyawan. Selain itu, organisasi yang menerapkan DEI secara konsisten terbukti lebih adaptif dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang dinamis. Dengan demikian, DEI bukan hanya sekadar program sosial, melainkan strategi fundamental untuk menciptakan lingkungan organisasi yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.</p>Arlina BuuloloDermawan Zebua
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-162026-01-1620110.70404/likuid.v2i01.621MODEL RESKILLING ADAPTIF UNTUK PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN BAKAT DI ERA DIGITAL
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/LIKUID/article/view/577
<p>Digital transformation requires organizations to strengthen talent management through adaptive employee skill <br>development. This study develops an adaptive reskilling model to improve talent management competencies based on the needs of <br>digital era capabilities. The data used are sourced from official reports (WEF, OECD, ILO, BPS) as well as pre-post training data at <br>Company X in the technology sector. The research methodology uses a descriptive-analytical approach with the stages of needs <br>analysis, skill gap mapping, reskilling model design, and implementation evaluation. The results show that the adaptive reskilling <br>model can increase digital competency by 38%, productivity by 22%, and managerial readiness in talent management by 31%. This <br>study offers a conceptual model that can be replicated in various organizations seeking to improve talent management amidst <br>technological disruption.</p>yusman laia
Copyright (c) 2026 Jurnal Ekonomi (LIKUID)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2026-01-242026-01-24201