Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN
<p style="text-align: justify;"><strong>MENIRAN</strong> adalah penamaan terhadap <strong>Jurnal Kesehatan dan Kedokteran</strong> yang dikelola Faatuatua Media Karya. Penamaan MENIRAN diambil dari nama tumbuhan. Meniran adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki bentuk batang bulat tegak lurus, tinggi tanaman bisa mencapai satu meter lebih dalam kondisi tanah subur. Daun dari tanaman meniran bertulang menyirip genap, setiap satu tangkai memiliki daun majemuk dengan ukuran yang kecil dan berbentuk lonjong. <em>sumber wikipedia</em>.</p> <p style="text-align: justify;">Jurnal MENIRAN terbit empat kali dalam satu tahun yaitu pada bulan XXXX dan XXXX.</p> <table class="table-center mb-0 table table-borderless"> <tbody> <tr> <td class="text-break"><strong>Nomor ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break"><a href="https://issn.brin.go.id/" target="_blank" rel="noopener">XXXX-XXXX</a> (Online - Elektronik)</td> </tr> <tr> <td class="text-break"><strong>Nomor SK ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break"><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20230306551610927" target="_blank" rel="noopener">XXXXXXXX/XX.X.X/SK.ISSN/XX/XXXX</a></td> </tr> <tr> <td class="text-break"><strong>Tanggal Terbit SK ISSN</strong></td> <td><strong>:</strong></td> <td class="text-break">XXXX, XX/XX/XXXX</td> </tr> </tbody> </table> <p style="text-align: justify;">Website: <a href="https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN" target="_blank" rel="noopener">https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN</a></p>Faatuatua Media Karyaen-USJurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang Tanda Bahaya Kehamilan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN/article/view/657
<p>Angka kematian ibu masih menjadi permasalahan kesehatan global yang banyak dipengaruhi oleh keterlambatan dalam mengenali tanda bahaya selama masa kehamilan. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai gejala komplikasi dapat meningkatkan risiko terjadinya kondisi kegawatdaruratan maternal. Oleh karena itu, pendidikan kesehatan menjadi salah satu strategi preventif yang penting untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan melakukan sintesis terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan pada basis data nasional dan internasional dalam satu dekade terakhir. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang membahas intervensi pendidikan kesehatan dengan pengukuran tingkat pengetahuan menggunakan pendekatan pre test dan post test. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan yang diberikan secara terstruktur mampu meningkatkan pengetahuan ibu hamil secara signifikan dalam mengenali tanda bahaya kehamilan. Peningkatan pemahaman terlihat dari perubahan kategori pengetahuan responden dari cukup menjadi baik setelah intervensi edukasi diberikan. Efektivitas edukasi juga dipengaruhi oleh metode penyampaian yang interaktif seperti penggunaan leaflet, media audiovisual, serta kelas ibu hamil yang dilakukan secara langsung maupun daring. Selain itu, dukungan tenaga kesehatan, kader kesehatan, serta keterlibatan keluarga turut memperkuat retensi informasi dan mendorong perilaku preventif pada ibu hamil. Dengan demikian, pendidikan kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis komunitas berperan penting dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil untuk melakukan deteksi dini terhadap tanda bahaya kehamilan guna mencegah terjadinya komplikasi maternal.</p>Marlisnawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
2026-01-302026-01-301013136Analisis Literature Pengaruh Konseling Laktasi terhadap Keberhasilan Menyusui
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN/article/view/656
<p>Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan intervensi kesehatan yang penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Namun, berbagai hambatan seperti kurangnya pengetahuan, rendahnya kepercayaan diri ibu, serta keterbatasan dukungan sosial sering menyebabkan kegagalan dalam mempertahankan praktik menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pengaruh konseling laktasi terhadap keberhasilan praktik menyusui berdasarkan berbagai literatur ilmiah. Metode penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan menelusuri artikel ilmiah pada basis data PubMed dan Cochrane Library yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang mengevaluasi intervensi konseling laktasi dibandingkan dengan perawatan standar dengan fokus pada keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Hasil analisis menunjukkan bahwa konseling laktasi yang diberikan secara terstruktur oleh tenaga kesehatan, baik melalui pendekatan tatap muka maupun layanan berbasis teknologi seperti telelaktasi, secara signifikan meningkatkan keberhasilan inisiasi menyusui, durasi pemberian ASI eksklusif, serta kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Selain itu, keterlibatan keluarga dan pasangan dalam proses konseling turut memberikan kontribusi penting terhadap keberlanjutan praktik menyusui. Dengan demikian, integrasi konseling laktasi yang komprehensif dalam layanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi strategi efektif untuk meningkatkan prevalensi pemberian ASI eksklusif hingga enam bulan.</p>Asri Mirdani Hia
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
2026-01-302026-01-301012530Analisis Keterkaitan Pengetahuan Ibu dengan Pencegahan Stunting pada Balita
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN/article/view/655
<p>Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia, terutama pada masa pertumbuhan anak. Salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting adalah tingkat pengetahuan ibu mengenai pemenuhan gizi seimbang dan praktik pemberian makan pada balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pengetahuan ibu dengan upaya pencegahan stunting pada balita melalui intervensi edukasi gizi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain pre-test dan post-test untuk mengevaluasi efektivitas intervensi edukasi terhadap peningkatan literasi gizi ibu. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur serta observasi terhadap praktik pengolahan pangan oleh responden. Intervensi edukasi diberikan melalui metode ceramah, diskusi kelompok, serta penggunaan media edukatif seperti booklet dan media audio-visual. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan ibu setelah intervensi, yang ditunjukkan oleh perbedaan nilai rata-rata pre-test dan post-test. Hasil analisis statistik juga menunjukkan nilai signifikansi (p < 0,05) yang menandakan adanya pengaruh nyata dari program edukasi terhadap peningkatan pemahaman gizi ibu. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi yang terstruktur dan interaktif dapat meningkatkan literasi gizi ibu serta mendorong perubahan perilaku dalam praktik pemberian nutrisi yang lebih tepat bagi balita. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan ibu melalui program edukasi kesehatan menjadi strategi penting dalam upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan.</p>Suasana
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
2026-01-302026-01-301011824Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kesehatan Mental Ibu Postpartum
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN/article/view/654
<p>Masa postpartum merupakan periode transisi yang rentan terhadap gangguan kesehatan mental pada ibu, seperti postpartum blues dan depresi pascamelahirkan. Perubahan fisiologis dan psikologis yang terjadi setelah persalinan sering menimbulkan stres, kecemasan, serta kesulitan adaptasi peran sebagai ibu. Kurangnya dukungan keluarga dapat memperburuk kondisi tersebut dan meningkatkan risiko gangguan mental pada ibu postpartum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan kesehatan mental ibu postpartum melalui pendekatan Systematic Literature Review. Proses pencarian literatur dilakukan pada database akademik seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi berupa penelitian yang membahas dukungan sosial keluarga dan kondisi psikologis ibu setelah persalinan. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa dukungan keluarga memiliki peran signifikan dalam menjaga stabilitas kesehatan mental ibu. Dukungan suami menjadi faktor paling dominan dalam membentuk resiliensi psikologis ibu dengan skor dominansi temuan sebesar 90%, diikuti dukungan emosional (85%), dukungan instrumental seperti bantuan dalam pekerjaan rumah tangga dan perawatan bayi (80%), serta dukungan informasional terkait perawatan bayi dan perubahan psikologis ibu (65%). Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan aktif keluarga, khususnya suami, mampu menurunkan tingkat stres dan mencegah eskalasi postpartum blues menjadi depresi klinis. Oleh karena itu, integrasi program edukasi kesehatan mental berbasis keluarga dan pendekatan family centered care perlu diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis ibu pada masa postpartum.</p>Desmawati Zebua
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
2026-01-302026-01-301011117Hubungan Caring Perawat dengan Kecemasan Orang Tua yang Menjalani Hospitalisasi Anak Usia Prasekolah di Ruang Santa Theresia Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan
https://jurnal.faatuatua.com/index.php/MENIRAN/article/view/632
<p>Melnilngkatnya jumlah anak yang dilrawat dil rumah sakilt akan belrelsilko untuk telrjadil pelnilngkatan populasil anak yang melngalamil gangguan pelrkelmbangan. Hospitalisasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kecemasan orang tua. Adapun upaya yang dapat diberikan kepada orang tua untuk menurunkan kecemasan yaitu dengan caring perawat. Selorang pelrawat dalam melmbelrilkan asuhan kelpelrawatan harus melncelrmilnkan pelrillaku carilng dalam seltilap tilndakan. Pelrawat yang belrpelrillaku carilng belrartil pelrawat telrselbut mampu melngurangil kecemasan orang tua selama menjalani hospitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan caring perawat dengan kecemasan orang tua yang menjalani hospitalisasi anak usia prasekolah di ruang Santa Theresia Rumah Sakit Santa Elisabeth tahun 2024. Metode penelitian dengan menggunakan korelasi dengan desain cross sectional. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Pengumpulan data dikumpulkan secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan caring perawat kategori baik dan cemas panik dengan jumlah responden sebanyak 40 orang (47,6%). Hasil uji statistik Spearman Rank diperoleh nilai p- value 0,001 (P<0,05) sehingga disimpulkan ada hubungan caring perawat dengan kecemasan orang tua yang menjalani hospitalisasi anak usia prasekolah di ruang Santa Theresia Rumah Sakit Elisabeth Medan Tahun 2024 .kemudian didapatkan nilai koefisien korelasi yaitu 0,426, berarti semakin baik caring perawat maka semakin menurun tingkat kecemasan orang tua yang menjalani hospitalisasi anak usia prasekolah Di Ruang Santa Theresia Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan.</p>Vina Yolanda Sari SigalinggingAmnita GintingAgustaria GintingElfi Susyanti Sinaga
Copyright (c) 2026 Jurnal Kesehatan dan Kedokteran (MENIRAN)
2026-01-302026-01-301010110